Get this widget!

CONTOH DIALOG PADA PELANTIKAN T/ D

Posted by umam_kh Jumat, 12 Oktober 2012 0 komentar

DIALOG PADA PELANTIKAN T/ D

 

 
  1. Dialog  Kakak Pembina dengan Perantara Kanan/ Kiri

 
Pada pelantikan anggota Pramuka Penegak/ Pandega, sering kita menyaksikan tata cara yang dlakukan seorang Pembina Penegak/ Pandega sebelum melaksanakan Pelantikan  dengan melakukan suatu dialog atau tanya jawab. Kali ini yang akan dibahas tentang contoh materi dialog antara Seorang Pembina dengan Para Pendamping Calon Penegak  ( Mis. Penegak Bantara ), yang  disebut dengan Perantara Kanan dan Perantara kiri.
Perantara Kanan adalah seorang Penegak yang bertugas sebagai pendamping, bertanggungjawab atas penilaian terhadap segi  kejiwaan dan kepribadian anggota Pramuka yang didampinginya.
Perantara Kiri adalah seorang Penegak yang bertugas sebagai pendamping, bertanggungjawab atas penilaian terhadap segi  kecakapan dan aktifitas anggota Pramuka yang didampinginya.
Sebelum melakukan dialog, Pembina menugaskan Perantara Kanan/ Kiri untuk menjemput Calon Penegak untuk dihadapkan pada forum Dewan kehormatan untuk dilaksanakan pelantikan dan perintah penugasan itu diberikan setelah Calon Penegak tersebut melaksanakan renungan jiwa.

 

 
Perantara Kanan/ Kiri sebelum memasuki ruangan/ forum boleh mengetuk pintu terlebih dahulu :

 
Perantara Kanan/ Kiri    :    Tok....tok.....tok......  
Kakak Pembina    :    Siapa diluar ...?
Perantara Kanan/ Kiri    :    Kami Perantara Kanan/ Kiri akan menghadapkan seorang Pemuda Indonesia, di depan Dewan kehormatan ( dalam Rumah Adat ) untuk dilantik sebagai anggota Penegak Bantara ..........
Kakak Pembina    :    Silahkan masuk ...!

 

 
Selanjutnya adalah dialog/ tanya jawab antara Kakak Pembina dengan Perantara kanan/ Kiri :

 
Perantara Kanan/ Kiri    :    Lapor...! Kami Perantara Kanan/ Kiri akan menghadapkan seorang Pemuda Indonesia, yang bernama Sdr. .........................di depan Dewan kehormatan ( dalam Rumah Adat ) untuk dilantik sebagai anggota Penegak Bantara .............
Kakak Pembina    :    Adik-adik Perantara, atas nama Saudara-saudaramu  seperjuangan dan se ambalanmu, sebelum Kakak menerima dan melantik calon penegak yang kalian hadapkan, terlebih dahulu saya berkewajiban meminta pertanggung jawaban kepada adik- adik perantara, atas pengamatan dan penilaianmu mengenai perkembangan calon Penegak yaitu adik ............. ( sebut nama). dari segi kejiwaan dan kepribadian maupun segi kecakapan dan aktifitasnya sehari-hari, berdasarkan pengetahuan dan pengalamanmu dalam pergaulan dengan calon penegak di masa lalu ?
Perantara Kanan    :    Saya menyatakan bahwa calon Penegak ini memiliki jiwa yang kuat dan tekad yang baik yang senantiasa menjunjung harkat dan harga dirinya serta martabatnya sebagai manusia Indonesia, insan Pancasila, kehomatan bangsa dan negaranya serta memiliki kemauan yang teguh dalam mengembangkan kualitas dirinya terhadap Tuhan, Negara dan  pengabdiaanya kepada masyarakat dan lingkungannya.
Kakak Pembina    :    Terima kasih kepada adik perantara Kanan atas pertanggungjawabanmu. Selanjutnya kepadamu Adik perantara kiri berdasarkan pengetahuan dan pengalamanmu dari segi Kecakapan dan aktifitasnya ?
Perantara Kiri     :    Saya Menyatakan bahwa calon Penegak telah memiliki kecakapan dan kemampuan yang senantiasa berupaya menjunjung taraf kehidupannya, memiliki aktifitas dan perilaku yang baik, berguna bagi dirinya serta pengabdiannya bagi masyarakat dan lingkungannya.
Kakak Pembina    :    Terima Kasih Adik-adik Perantara Kanan dan kiri, yang telah memberikan pertangggungjawabanmu atas calon Penegak yang adik –adik hadapkan.

 
Selanjutnya Pertanyaan ini kami tujukan kepada adik calon Penegak, Adik......................( sebut nama ), Setelah mendengarkan pertanggungjawaban perantaramu, apakah adik membenarkan seluruh pernyataan yang dikemukakan oleh kedua perantaramu dan mengakui kebenarannya untuk selalu memegang teguh dan tetap melaksanakan dalam kehidupanmu dengan nyata di masa yang akan datang?

 
Calon Penegak    :    Dengan ketulusan hati. Saya ..................... ( nama Penegak ) menyatakan membenarkan seluruh pernyataan perantara – perantara kanan dan kiri.
Pembina Penegak    :    Terima kasih atas keberanian dan ketulusan adik calon penegak. Kakakmu tetap dan senantiasa mempercayai segala pernyatan yang telah adik adik kemukakan. Kemudian kepadamu, perantara kanan dan kiri untuk mundur satu langkah, agar calon penegak ini barhadapan sendiri di depan Dewan Kehormatan dan seluruh anggota ambalan untuk dilakukan pelantikan.

 
( Dilanjutkan dengan tanya jawab pelantikan antara Kakak Pembina dan Calon Penegak )

 
Catatan : Bahwa dialog diatas adalah sebagai salah satu contoh saja. Para pembina dapat mengembangkan kreatifitas bentuk dialog yang bisa lebih menyentuh nurani bagi calon Penegak/ Pandega, dengan tetap menggunakan perantara kanan/ kiri dan penilaian dari segi kejiwaan/ kepribadian maupun kecakapan si calon Penegak.

 
  1. Naskah Pelantikan Penegak Bantara

 
Adik-Adikku calon Penegak harapan Bangsa
Kami puji dan kami hargai keberanian dan kesanggupan menghadap Ambalan untuk dilantik menjadi Penegak Bantara.
Namun kakak perlu mengingatkan bahwa :
  1. Gerakan Pramuka adalah Gerakan latihan secara tertib membiasakan belajar untuk mengenadalikan segala yang baik untuk orang lain. Agar kelak mampu menjadikanmu sebagai manusia yang berjiwa Pancasila, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.
  2. Sikap baik perlu kita wujudkan dalam peri kehidupan kita sehari-hari dengan satu pedoman Tri Satya dan Dasa Darma.
    Tri Satya merupakan janji ikatan batin antara kita dengan kita, dan petunjuk jalan serta ketentuan moral adalah Dasa Darma.
    Jalan janji dan ketentuan moral itulah yang dapat mempersatukan cipta, rasa, karsa dan karya kita dalam barisan sukarelawan Pramuka Penegak Indonesia calon-calon kader Indonesia baru pelaksana pembangunan Indonesia tercinta.
  3. Akibat dari dua pengertian pokok itu mudah-mudahan adik suka dan rela mengingat dan mewajibkan diri untuk tetap bergerak dalam satu barisan persaudaraan Praja Muda yang berkarya, yang mewujudkan cita-cita dalam kehidupan sehari-hari.

     
    Adik : ..................................... (Sebut Nama)

     
Apakah kedatangan adik menghadap Ambalan dengan maksud untuk dilantik menjadi Penegak Bantara ? ................. Benar
Pembina  
:  
Setelah adik mawas diri / membaca renungan tentang diri dan peri kehidupan. Sudahkah adik berketetapan hati untuk menggunakan waktu dalam hidupmu ?
Calon Bantara  
:  
Sudah  
Pembina  
:  
Kami berharap adik sanggup menjalankan bakti dengan Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Patuh kepada orang tua, giat belajar untuk mewujudkan cita-cita.
Sanggupkah adik melaksanakan hal semacam itu ? 
Calon Bantara  
:  
Sanggup 
Pembina  
:  
Sadarlah adik, bahwa jalan adik menjadi Pramuka Penegak Indonesia, adik masuk ke dalam Praja Muda Karana yang saling tolong menolong, rajin berlatih bersama, ikut serta membantu terwujudnya pemuda Pramuka harapan Ibu Pertiwi.
Bersediakah adik mengucap janji tersebut. 
Calon Bantara  
:  
Bersedia 

 
Dalam Adat Ambalan kita untuk memulai tindakan yang baik dengan lebih dahulu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa memanjatkan puji syukur, mohon kekuatan jasmani dan rohani serta keteguhan Iman untuk bekal berbakti kepada orang tua, masyarakat, Bangsa, Negara dan Agama.

 
Adik-adikku sebelum mengucap janji Tri Satya berdoalah menurut Agama mu sendiri.
Berdoa Mulai .......................................... Selesai
Pembina  
:  
Peganglah ujung bendera Merah Putih dengan tangan kananmu, dan letakkan tepat pada jantungmu, dengan sikap ini kami minta adik mengucapkan tri Satya Pramuka Indonesia bersama kakak, tetapi ingat bahwa adik dipercaya tidak lagi memandang dari sudut pandang seorang anak, melainkan dari sudut pandangan Pemuda Dewasa.
-    Demi Kehormatanku
-    Aku Berjanji
-    Akan bersungguh-sungguh
-    Menjalankan kewajibanku
-    Terhadap Tuhan
-    Negara Kesatuan Republik Indonesia
-    Dan mengamalkan Pancasila
-    Menolong sesama hidup
-    Dan ikut serta membangun masyarakat
-    Menepati Dasa Darma
Kami semua percaya kepadamu sepenuhnya bahwa adik akan senatiasa bersaha untuk menepati janji yang adik ucapkan.
Ingatlah bahwa adik mengucapkan Tri Satya dengan meletakkan Sang Merah Putih tepa di jantungmu, dengan maksud selama adik masih hidup tiap denyut jantungmu akan memperingatkan kepadamu kewajiban untuk berusaha dengan segala kesungguhan hatimu, menepai janji yang telah adik ucapkan.

 
Atas nama Ambalan Penegak Saya lantik adik menjadi Pramuka Penegak Bantara dan saya terima adik sebagai anggota Ambalan kita.
(Pembina Mengambil tanda Bantara)

 
Kenakan sendiri tanda Penegak Bantara sebagai kiasan bahwa adik dengan suka dan rela meletakkan sendiri kewajiban Penegak Indonesa dulu di atas pundakmu (tanda Selesai dipasang)

 
Sekarang adik berhak
memakai tanda itu, tetapi pakailah dengan rasa kehormatanmu serta berusahalah agar adik senantiasa tetap berharkat dan bermatabat yang setaraf dengan tanggungjawab pemakai tanda Penegak Bantara.

 
Selamat-Selamat Adikku Bantara

0 komentar:

Posting Komentar


Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Bapak Pramuka Indonesia)

Sir Lord Robert Stephenson Baden Powell of Gillwel (Bapak Pandu Dunia)

KH. Agus Salim (Bapak Pandu Indonesia)

Total Tayangan Halaman